Selasa, 08 Januari 2013

saat uang bukanlah segalanya


Di era sepakbola modern, menyediakan ruang di bagian depan kostum untuk sponsorship sudah menjadi hal yang jamak. Semenjak Kettering Town menjadi klub pertama yang terekam menggunakan sponsor di bagian dada kostum para pemainnya, ruang sponsor pada bagian depan kostum tersebut menjadi ajang klub untuk mencari tambahan dana
barka-unicef
Namun tak selamanya klub mendonasikan ruang tersebut sebagai sarana menambah pemasukan. Seperti yang dilakukan oleh FC Barcelona pada 2006 silam. Mendobrak tradisi klub yang telah berusia lebih dari 100 tahun, Barcelona berkolaborasi dengan Unicef untuk memasang logo organisasi tersebut di bagian depan kostum mereka. Menariknya, Unicef tidak mengeluarkan sepeser pun dana untuk memasang logonya di dada kaos El Barca, tapi justru pihak klub lah yang menyisihkan sebagian keuntungan mereka untuk Unicef. Akan tetapi, munculnya tuntutan untuk mendapatkan dana yang lebih besar lagi membuat Unicef tersingkir ke bagian punggung, digantikan logo Qatar Foundation yang mau membayar mahal untuk Barca.
astonvilla-acorn
Selain Barcelona, Aston Villa dan Blackburn menjadi dua klub lainnya yang juga mendonasikan ruang di bagian dada kaos para pemain mereka untuk amal. Di musim 2008-2009 hingga 2009-2010, Acorn, sebuah rumah sakit untuk anak-anak di Inggris, menjalin kerjasama dengan Aston Villa untuk memasang logo mereka di bagian dada kostum para pemain. Langkah ini diikuti oleh Blackburn Rovers, yang mendedikasikan ruang di bagian dadanya untuk sebuah yayasan amal, Prince’s Trust, sepanjang musim 2011-2012.
german-national
Akhir pekan lalu, 15-16 September 2012, kita menyaksikan bagaimana klub bola di Jerman mendedikasikan sebuah gerakan nasional, "Geh Deinen Weg" atau "Go Your Way", yang mempromosikan integrasi di antara penduduk Jerman, baik lokal maupun para imigran. Seluruh sponsor klub yang berlaga di Bundesliga, mendedikasikan ruang sponsor mereka untuk mempromosikan gerakan ini. Kampanye serupa pernah dilakukan 20 tahun yang lalu. Waktu itu dengan motto "Mein Freund ist Ausländer" atau "My Friend is A Foreigner". Sebagai negara yang dipenuhi oleh imigran, dan sepakbola menjadi olahraga nomer satu di sana, kampanye ini dirasa sangat tepat dimulai dari ajang Bundesliga. Bahkan Kanselir Jerman, Angela Merkel, turun tangan sendiri meluncurkan program ini.

Kostum yang hanya dipergunakan pada pekan tersebut, umumnya akan dilelang setelah laga usai, dan hasil lelangnya akan digunakan untuk mendukung program tersebut. Bagi para kolektor baju bola, memiliki sisi humanis dari sepakbola menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.






0 komentar:

Posting Komentar